Pelayanan


pemeriksaan laboratorium

Hematologi :
Hemoglobin, Sedimentation Rate, White Blood Cell, Red Blood Cell, Park Cell Volume, Trombosit, Differential Count, Index Eritrosit
(MCV, MCV, MCHC) & RDW (Red Cell Distribution Width)
Kimia Klinik :
Pemeriksan Metabolisme karbohidrat antara lain :
Glucosa Puasa, Glucosa Sewaktu
Glucosa 2.hpp, OGTT, HbA1C
Lipid Profile :
Kolesterol total, HDL Kolesterol, LDL Kolesterol
Trigliserida, CK-MB, Chol / HDL Chol, Total Lipid

Fungsi Ginjal :
Kreatinin, Ureum, Asam Urat, BUN
Fungsi Hati :
Albumin, Alkaline Phosphatase, Bilirubine Total
Billirubine Direct, Billirubine Indirect,
Total Protein, SGOT, SGPT, Gamma GT
Globulin, Rasio A/G, CHE, Calcium.
Imunologi :
Pemeriksaan Hepatitis antara lain :
HBsAg, Anti HBs, HBeAg, Anti HBe, Anti HBC Ig M, Anti HAV Total, Anti HAV Ig M, Anti HCV

Pemeriksaan Tyroid :
T3, T4, TSHs, Free T4
Pemeriksaan Tumor Marker :
AFP, PSA, CEA
Pemeriksaan TORCH, Pemeriksaan Anti HIV
Pemeriksaan Alergi : IgE Total
Pemeriksaan Hormon : Estradiol, Prolactin.
Urinalisa : Pemeriksaan urine rutin.

Pemeriksaan Laboratorium lainnya :
Golongan Darah, Malaria, Evaluasi Darah Tepi, Pemeriksaan gram, KOH & BTA, Pemeriksaan feses rutin, Pemeriksaan NAPZA , Alkohol Tes
Pemeriksaan COVID - 19 :
RT-PCR Covid-19, Rapid Antibodi Covid-19, Rapid Antigen Covid-19, Antibodi Kuantitatif, D-Dimer


diagnostik

rekam jantung (EKG)

Rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) adalah prosedur medis yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Ini dilakukan dengan meletakkan elektroda pada kulit di sekitar dada, lengan, dan kaki pasien. Elektroda ini kemudian merekam impuls listrik yang dihasilkan oleh jantung saat berkontraksi dan beristirahat. Data yang tercatat ini kemudian direkam dalam bentuk grafik yang menunjukkan pola gelombang listrik yang disebut dengan gelombang EKG. Ini adalah alat penting dalam mendiagnosis gangguan jantung dan kondisi kardiovaskular lainnya.


treadmill

Treadmill adalah salah satu jenis uji tes non-invasif yang digunakan dalam pemeriksaan medis untuk mengevaluasi fungsi jantung dan sistem kardiovaskular seseorang. Dalam tes ini, pasien diminta untuk berjalan atau berlari di atas treadmill untuk merekam aktivitas jantung selama latihan.


audiometri

Audiometri adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengukur kemampuan pendengaran seseorang. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut audiometer. Selama tes audiometri, seseorang akan ditempatkan di sebuah ruangan yang tenang dan akan diminta untuk memakai headphone atau earphone. Kemudian, berbagai frekuensi suara akan dimainkan melalui headphone tersebut, mulai dari frekuensi rendah hingga tinggi.


spirometri

Spirometri adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengukur volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru seseorang saat bernapas. Ini adalah salah satu tes penting yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi paru-paru. Selama tes spirometri, seseorang diminta untuk bernapas melalui sebuah alat yang disebut spirometer. Selama tes, seseorang akan diminta untuk mengambil nafas dalam-dalam dan kemudian meniup udara keluar secepat dan sekuat mungkin ke dalam spirometer. Proses ini direkam dan diukur oleh perangkat lunak komputer, yang menghasilkan data tentang volume udara yang masuk dan keluar, serta laju aliran udara


Ultrasonografi

Ultrasonografi adalah prosedur medis yang menggunakan gelombang suara tinggi (gelombang ultrasonik) untuk menciptakan gambar struktur dalam tubuh manusia. Selama tes ini, seorang profesional medis akan menggunakan perangkat yang disebut ultrasonografi untuk mengarahkan gelombang suara ke area tubuh yang akan diperiksa. Gelombang suara ini kemudian akan memantul kembali dari berbagai jaringan dalam tubuh, dan informasi ini akan ditangkap oleh perangkat ultrasonografi. Hasilnya adalah gambar yang ditampilkan di layar monitor, yang memungkinkan dokter untuk melihat struktur internal tubuh pasien.


RONTGEN

Rontgen atau radiografi, adalah prosedur diagnostik yang menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar struktur internal tubuh. Selama tes ini, seseorang ditempatkan di depan mesin rontgen, sementara seorang radiografer mengarahkan sinar-X melalui tubuh ke film atau sensor digital di sebelahnya. Sinar-X adalah sinar elektromagnetik dengan energi tinggi yang dapat menembus tubuh dan dicerminkan oleh jaringan dalam berbagai tingkat. Kepadatan jaringan yang berbeda dalam tubuh (seperti tulang, otot, atau organ) memblokir atau menyerap sinar-X dalam berbagai derajat, sehingga menciptakan bayangan atau gambar yang berbeda pada film atau sensor.